| Mengenali perilaku kacer saat berkembangbiak di alam liar dan penangkaran |
|
Sebenarnya sudah banyak kicaumania yang sukses menangkar burung kacer, meski jumlahnya kalah jauh daripada penangkar murai batu. Hal ini terutama akibat harga anakan / trotolan kacer jauh lebih murah daripada murai batu, padahal tingkat kesulitan beternak kacer dan murai batu relatif sama. Meski demikian, omkicau.com akan terus mendorong kemunculan peternak-peternak baru, untuk menekan angka perburuan terhadap burung kacer di alam liar. Bagi calon penangkar maupun penangkar pemula, ada baiknya Anda mengenali perilaku kacer saat berkembang biak di alam liar dan penangkaran. Kacer / oriental magpie-robin (Copsychus saularis) sampai saat ini masih menjadi salah satu jenis burung kicauan yang digemari para kicaumania di Indonesia. Bahkan kelas kacer masih menjadi primadona dalam berbagai lomba di Sumatera dan Kalimantan. Sebagaimana murai batu, kacer juga termasuk burung teritorial, petarung (fighter), dan sama-sama memiliki sifat / karakter yang sangat agresif. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat kedua spesies ini memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat, karena sama-sama berada dalam genus / marga Copsychus. Lantaran sifatnya yang sangat agresif, tak sedikit kicaumania yang mengaku cukup kesulitan ketika mencoba untuk menangkar kacer. Untuk membantu Anda, khususnya pemula yang ingin mencoba berternak burung kacer, berikut ini beberapa perilaku burung kacer pada masa penjodohan dan berkembangbiak, baik di alam liar maupun di [...] |
Posting Komentar